Rabu, 11 Februari 2015

Pada suatu ketika

 

kayu salib

di kayu itu
senyap tak lagi ada
terentang dua tangan
kamipun menyujud sembah
kaubasuh dengan darah
dalam doa dan dosa
melebur dalam hening minggu
kami berdoa

Doa

kadang cerita kami hanyalah impi
terbentuk antara titik titik tak temu
laksana alur waktu yang menjauh
meninggalkan siang tanpa surya
sedang bibir lemah berwicara
di bangku tua kami sujud merendah
saban waktu kami menutup mata
mengatup kepalan tangan
kami hening.... doa...

namamu

jemari-jemari kami tersusun
merapat di sela-sela sujud
di dada jemaripun terkatup
tertunduk merendah direnung
peluh kami adalah doa-doa
menitik di derai kata-kata
terhantar pada senyap gelagah
sedang aku masih bertelut
ada namamu kusebut
walau terbata

Kamis, 05 Februari 2015

https://www.youtube.com/watch?v=hTmN-liFl5k

pergilah
dalam hening
kautemukan butiran air
memercik dalam sunyi
kaukembali lagi
membawa hatimu
dalam damai

Pada Keping Kisah

untuk sekian kalinya kau berkata
ketika lampu-lampu kota belum menyala
saat deru mobil dan celoteh senja memadat jalan
di hias debu memajang memekak suasana
hingga kita tersungkur sebelum malam turun
tanpa pandang  terus berkilah
 rasa yang tak pernah terungkap tak jua paham

akankah sebuah tanya akan selalu menjadi seru
saat kicau tak lagi memudar makna
hingga relung telusuk meminjam tempat
tak ada lagi pelipur kala semua pergi menjadi
awang-awang berbaur debu-debu kota
pada telusur ramai yang memadat kalbu
sungguh kita terjebak macet
seolah jantung tak mampu memompa darah
kita tersungkur di panas  di diam kata-kata

selalu menjadi tanya di awal mentari
tak pantaskah kita berjalan bersama
atau hari akan meninggalkan kisah
tentang tanya yang tak jua terjawab
tertelan debu-debu dalam raung musik tak berirama
terus kita mencari makna
lalu kau dan aku tetap bertanya
tak perlu kita pejamkan rasa
sebab kautahu kita adalah sama
mencari jawab di atas kata-kata tanya
mencari rindu di keping-keping cerita
jangan kaupergi sebelum tanyaku menemui ajal
hingga jawabannya adalah abadi


Manila, February 6, 2015



tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...