Selasa, 09 Juni 2020

Cawan Membeku Di Ujung Luka


aku ingin sekali meneguk secangkir anggur malam
dengan cawan  kesunyian yang telah  lama  sepi
kubiarkan hingga tetes-tetes terakhir menjadi darah 
cawan itu terjerembab dalam kaku di tanganku
hingga anggur tua itu tak lagi tersisa
dan titik darah perlahan menjadi beku
di tanah dingin


cawan itu terjerembab kaku di tanganku
tertusuk oleh luka-luka   yang menjelma awan gelap
lalu angin menjadi lirih dalam titik-titik air 
jatuh bersamaan dengan cawan  ke tanah basah
terdengar langkah  sepi di antara daun-daun jatuh
dan pekat malam semakin  larut dalam kelu
hanya aku dan diriku tanpa kamu di derai sunyi

cawan yang  anggurnya sedikit kuminum
kini menyatu dengan  air dari awan gelap
mengalirkan peluh   dalam perih
di bibir tanah yang terbuka lebar
kusisipkan  tragedi lukaku
menyatu tanpa tolak

semesta... malam ini kauajarkanku tentang sunyi
tentang rasa yang tak harus dilawan
tentang luka yang tak perlu dibalut dusta
tentang kawan yang seolah baik
tentang sahabat yang pergi
tentang mereka yang peduli
lalu berbalik menjadi tuli
sunyi .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...