aku ingin sekali meneguk secangkir anggur malam
dengan cawan kesunyian yang telah lama sepi
kubiarkan hingga tetes-tetes terakhir menjadi darah
cawan itu terjerembab dalam kaku di tanganku
hingga anggur tua itu tak lagi tersisa
dan titik darah perlahan menjadi beku
di tanah dingin
cawan itu terjerembab kaku di tanganku
tertusuk oleh luka-luka yang menjelma awan gelap
lalu angin menjadi lirih dalam titik-titik air
jatuh bersamaan dengan cawan ke tanah basah
terdengar langkah sepi di antara daun-daun jatuh
dan pekat malam semakin larut dalam kelu
hanya aku dan diriku tanpa kamu di derai sunyi
cawan yang anggurnya sedikit kuminum
kini menyatu dengan air dari awan gelap
mengalirkan peluh dalam perih
di bibir tanah yang terbuka lebar
kusisipkan tragedi lukaku
menyatu tanpa tolak
semesta... malam ini kauajarkanku tentang sunyi
tentang rasa yang tak harus dilawan
tentang luka yang tak perlu dibalut dusta
tentang kawan yang seolah baik
tentang sahabat yang pergi
tentang mereka yang peduli
lalu berbalik menjadi tuli
sunyi .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar