Selasa, 01 September 2020

BERMAIN IRAMA


mungkin memang mesti kembali
menuju ke rahimnya hati
biar tak salah lagi
tak bisa hanya sekedar janji
apalagi hanya ingin menarik simpati
sebab tak tahu akhirnya nanti
bila saja mereka tak termakan puji
oleh lidah-lidah manis barangkali
sebab sudah tahu secara pribadi
sudahlah bermain dengan tirani
cukup tebal muka tak malu lagi
biar dungu tetap saja disebut pandai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...