Rabu, 16 September 2020

PUISIKU JATUH

 Pagi ini puisiku jatuh di antara pohon2

Kata-katanya tertimpa ranting berduri

Dan melukai daun- daun hijau


Seolah pagi merestui

Daun- daun terluka 

Namun, engkau mentari

Menyembuhkan pagi

Dan menghangat awan2 beku


Mungkin puisiku tak berguna

Saat engkau tak lagi menyikap

Lalu tanpa arti membuangnya


Ingin sekali aku berkata

Inilah aku yg mencinta

Tak perlu ada luka 

Daun- daun tak lagi jatuh

Sebab kita bersama beranjak

Menyusuri waktu bersama 

Dalam harap membawa cahya

Apapun kita hadapi

Penuh cinta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...