kata-kataku kian terhempas
sejak air berubah banjir
nyaris tak terdengar lagi rintik
sebab riuh bagai ombak mengganas
menggulung di antara kata-kataku
lalu penuh teduh kau mengajak
merayu waktu di tenang danau
ya cinta itu teduh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar