Selasa, 02 Juni 2020

KEKASIH MALAM

kekasih malam,
tengoklah jendela rumah kita
yang saban sore tak pernah tertutup
entah engkau sengaja melakukannya
agar membiarkan angin pohon-pohon gunung
memberi kita kesenyapan nafas

kekasih malam,
tengoklah halaman kita
awan gunung yang tadi ke lembah
sudah di depan pagar rumah 
menyapa kita senja ini
sebentar lagi jam dinding tua kita beralih angka
dan senja itu hanya nama

kekasih malam, 
bunga-bunga itu yang tumbuh liar
di sekitar rumah kita yang tak berpagar
mewangi di jam sembilan malam
lalu kucurigai engkau mengambilnya setangkai
dan di telinga indahmu mengalirlah wangi malam
seakan bulan itu sudah turun ke rumah ini
tepatnya di parasmu

kekasih malam, 
lihat ke  atas
mega itu menipis  berarak 
beda dengan kemarin
seolah mengerti cerita kita hari ini
tentang rasa yang semakin dalam
menyatu pada bukit-bukit batu
menjadi dinding kisah kita
bulan tepat di atas kepalamu

kekasih malam,
marilah tidur
beralaskan kembang cinta
agar mimpi kita tentang esok
adalah langkah kita menyatu
antara kamu, aku dan semesta


private collection/blasis



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...