Jumat, 10 Juni 2016

jauh kita tinggalkan

kita pernah kenal
pada musim yang pergi
ceritamu tentang dingin
pada dedaunan basah
kaugabungkan airmata
angin menyekanya pergi

di sini cerita itu telah tertelan pedih
pada peluh musim kering ini
hamper dua musim persisnya
ceritamu hanyalah kenang
 jalanan itu  sudah sepi
lengang tertinggal jauh di sana

sedang kita pergi sesaat mentari layu
setelah sekian waktu beredar
mencarimu di antara catatan-catatan waktu
aku hilang jejak
entah di mana angina mengabarkannya
ceritamu adalah kenang di sepanjang waktu
bisu  terdiam di antara karang-karang masa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...