Senin, 13 Juli 2020

air mata sepi

semenjak purnama 
hinggap di kepalamu
lalu pergi tanpa menoleh
sepi ini tak bertuan

senyap ini tak bersuara
senja tak lagi memerah
ya sepi ini tak lagi sama
sepi tak bertuan

menghujam jauh ke dinding rindu
aku kehilangan mata angin
lalu mata itu berair
ya air mata



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...