entah untuk kesekian kalinya
senjamu turun
tanpa awan
tanpa kabut
tak seperti biasanya
angin gunung kabarkan
di lereng hujan menghujam turun
kali ini senja turun
menghilang pada duri-duri mawar
berdarah di tanah merah
tercecer di dahan-dahan patah
dan kita menyepi di sudut sunyi
senja sudah turun
mari kita pulang
pada beranda kita
untuk bercanda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar