Jumat, 16 Oktober 2020

PELUK AKU BUNDA

 

 Berdiri   di sini di atas tanah fana

Saat Langkah penggali kubur korban korona menggila

Dengan tanah merah membekas  di telapak -telapak mereka

 

Aku lupa saat sudah senja

Aroma kamboja menyengat hingga menghujan kuburan korona

Tanpa pelayat,  tanpa ada yang menghantar, mayat itu sendirian

 

 

Di sisa waktu yang hanya sebentar  barangkali

Dalam bayang-bayang kematian  tengiang

Aku terjaga dan mulai berdoa, peluk aku bunda biar  virus ini pergi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...