sejak hujan musim ini
kau tak tampak lagi datang
sejenak memberi salam
dan payung lupa kau titipkan
menggores kembali sajak-sajakku
dalam deras butir hujan
sebab payungmu tertembus kata-kata
dan tubuhmu terhujan bait-baitnya
lalu kapadu menjadikannya balada
balada tentang hujan
walau tak berpayung lagi
beri aku lorong teduh
menuju hatimu
di sana cerita mengalir
sederas air hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar