tak seperti biasanya
melati di sudut halaman
yang pagar bambunya menua
mekar setangkai
pada angin pagi
berlari seolah membuka jendela
menusuk ke kamar
kabarkan malam berganti pagi
kuhirup manja
lalu pada aroma melati
kueja namamu
yang hadir di impiku
malam tadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar