Jumat, 09 Januari 2015

Aku Masih Menanti di Sini

beranjak sudah waktu meniarap
pada bongkahan cerita di ujung jalan
menimpa banyak mata terukir di lukis hari
sedang senja makin merapat
engkau belum jua kutemukan

sebentar aku bertanya
 pada dinginnya waktu
di gugus awan yang mengarak
membentuk mendung
jatuh di sudut jendela kamar
sebentar jua kau terbangun
karena rintik menyapa di atapmu

akh andai saja engkau tahu
betapa aku ingin bertemu
walau senja semakin dekat
 mendung berganti tangisan langit
aku tanpa payung membasah badan
menengok ke arah ke jendelamu
 engkau pastinya belum juga terbangun

aku menunggumu
hingga malam beradu senyap denganku
aku masih menanti


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...