beranjak sudah waktu meniarap
pada bongkahan cerita di ujung jalan
menimpa banyak mata terukir di lukis hari
sedang senja makin merapat
engkau belum jua kutemukan
sebentar aku bertanya
pada dinginnya waktu
di gugus awan yang mengarak
membentuk mendung
jatuh di sudut jendela kamar
sebentar jua kau terbangun
karena rintik menyapa di atapmu
akh andai saja engkau tahu
betapa aku ingin bertemu
walau senja semakin dekat
mendung berganti tangisan langit
aku tanpa payung membasah badan
menengok ke arah ke jendelamu
engkau pastinya belum juga terbangun
aku menunggumu
hingga malam beradu senyap denganku
aku masih menanti
keindahan kata adalah cinta yang tak terungkap. rangkaian kehalusan budi, kepekaan rasa dalam nada lembut menjadi kata bersutera.cinta adalah terjemahan kata-kata menjadi perbuatan mengasihi,menyayangi dan meniadakan kebencian. mari merajut kata menjadi benang cinta agar boleh merenda cerita untuk esok yang pasti. "Cinta tak memberikan apapun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa – apa, kecuali dari dirinya sendiri" (Khalil Gibran)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tiada
ketika semua pergi, bergegas meninggalkan, segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...
-
mungkin memang mesti kembali menuju ke rahimnya hati biar tak salah lagi tak bisa hanya sekedar janji apalagi hanya ingin menarik ...
-
Untuk wanitaku dalam pelukan Aku memelukmu pada rindu Dengan deru darah mengalir Untuk wanitaku dalam pelukan Aku mendekapmu dalam kasih Da...
-
aku ingin sekali meneguk secangkir anggur malam dengan cawan kesunyian yang telah lama sepi kubiarkan hingga tetes-tetes terakhir ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar