Sabtu, 03 Januari 2015

Menyapa Senyap



dan kausapa senyap 
bersembunyi pada gugus malam 
dalam gelapnya membujur rintang
 pada titik-titik air menabuh tangis membuah di awan 
entah kemana hingga membesar
 membentuk hujan
 seketika tangis adalah sungai 
mengalir dari pelupuk mata indah
 kelak laut akan menyambut
 sebab rindu adalah gumpalan hujan 
menyatu di samudera
 penuh gelombang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...