dan kausapa senyap
bersembunyi pada gugus malam
dalam
gelapnya membujur rintang
pada titik-titik air menabuh tangis membuah di awan
entah kemana hingga membesar
membentuk hujan
seketika tangis adalah sungai
mengalir dari pelupuk mata indah
kelak laut akan menyambut
sebab rindu adalah
gumpalan hujan
menyatu di samudera
penuh gelombang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar