Kamis, 01 Januari 2015

Daun Cita

mungkin kaubawa ke sana mimpi-mimpi kita
tentang surga yang pernah menjelma di bawah bulan
berlagu kita pada ukiran-ukiran menyerupa angin
menelusur ujung jiwa jauh ke samudera harap
bertunaslah daun-daun cita dan cinta
merajut dalam semilir malam ke impi kita
dingin di sini di puncak kemarau di terang kali mengail senyum
akankah mimpi-mimpi kita terjual di pasar malam
sedang di sini senyap tiada penghuni
aku dan sejuta bayang mengarak menuju pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...