celoteh malam
di beranda kita
dengan bulan meredup di
atapnya
lurus sinarnya tepat di wajahmu merona
di antara bisik-bisik sebelum
hening
kata malam bulan itu sudah berganti bening
tak lagi terdengar denting
mendayu perahu di segar angin malam
membuai darat
sebab di sini kaumerenda kata
dengan bulan di wajahmu
aku membaca kisah tentang waktu
yang tak lagi kembali
di beranda kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar