Jumat, 29 Mei 2020

Celoteh Angin

aku dengar bisikmu pada celoteh angin
dedaunan jatuh merayap ke tanah

burung memungutnya menjadikannya saran
g di sana ia meletakkan telur-telur untuk dierami
tahukah dikau, bahwa bisikmu telah menjelma
menjadi kehidupan penuh makna


tatkala keterpurukan adalah diari kehidupan
aku melihatmu dalam keabadian cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...