Jumat, 29 Mei 2020

Senjamu

terukir senjamu dengan tangisan
anak-anak tak lagi bermain
lorong-lorong kami sepi
seolah tak bertuan
airmata sudah banyak mengering
tragedi dunia merenggut ribuan anak bumi
wahai sang empunya semesta
bantu kami agar wabah ini cepat berlalu
biar kami kembali berangan tentang damai
tentang cerita kami yang terputus kemarin
tentang harapan kami yang luluh karena korona
tentang esok hari
yang mungkin masih mungkin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...