terukir
senjamu dengan tangisan
anak-anak
tak lagi bermain
lorong-lorong
kami sepi
seolah
tak bertuan
airmata
sudah banyak mengering
tragedi
dunia merenggut ribuan anak bumi
wahai
sang empunya semesta
bantu
kami agar wabah ini cepat berlalu
biar
kami kembali berangan tentang damai
tentang
cerita kami yang terputus kemarin
tentang
harapan kami yang luluh karena curiga
tentang
esok hari
yang
mungkin masih mungkin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar