Minggu, 31 Mei 2020

Tangisan Senja

terukir senjamu dengan tangisan
anak-anak tak lagi bermain
lorong-lorong kami sepi

seolah tak bertuan
airmata sudah banyak mengering
tragedi dunia merenggut ribuan anak bumi

wahai sang empunya semesta
bantu kami agar wabah ini cepat berlalu
biar kami kembali berangan tentang damai
tentang cerita kami yang terputus kemarin

tentang harapan kami yang luluh karena curiga
tentang esok hari
   yang mungkin masih mungkin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...