di senja yang sama
hujan bercerita di beranda
pada rintik yang manja
daun pun bersuka
mengeja butir-butir
tuk sekedar mengukir
biar bunga berbulir
untuk hidup yang terus bergulir
aku memandang dari sudut kamar
yang lama aku jadikan tempat bernalar
untuk waktu yang lelah bersabar
pada senja yang kadang membuatku gemetar
ingin kutumpahkan resahku pada bunga liar
biar sekedar untuk mengintipku keluar
dari nurani yang sudah terbakar
oleh keputusan yang membuat pusing berputar
aku hanya ingin segera berujar
pada bunga liar yang tangkainya mulai pudar
namun, senja semakin membuat mataku bersinar
walau hujan tak lagi mengalirkan angin semilir
di altarmu aku memandang bergilir
antara rasa, hati dan nalar
Kisah sebuah hujan
keindahan kata adalah cinta yang tak terungkap. rangkaian kehalusan budi, kepekaan rasa dalam nada lembut menjadi kata bersutera.cinta adalah terjemahan kata-kata menjadi perbuatan mengasihi,menyayangi dan meniadakan kebencian. mari merajut kata menjadi benang cinta agar boleh merenda cerita untuk esok yang pasti. "Cinta tak memberikan apapun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa – apa, kecuali dari dirinya sendiri" (Khalil Gibran)
Minggu, 31 Mei 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tiada
ketika semua pergi, bergegas meninggalkan, segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...
-
mungkin memang mesti kembali menuju ke rahimnya hati biar tak salah lagi tak bisa hanya sekedar janji apalagi hanya ingin menarik ...
-
Untuk wanitaku dalam pelukan Aku memelukmu pada rindu Dengan deru darah mengalir Untuk wanitaku dalam pelukan Aku mendekapmu dalam kasih Da...
-
aku ingin sekali meneguk secangkir anggur malam dengan cawan kesunyian yang telah lama sepi kubiarkan hingga tetes-tetes terakhir ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar