Minggu, 31 Mei 2020

UJUNG SENJA

di senja yang sama
hujan bercerita di beranda
pada rintik yang manja
daun pun bersuka

mengeja butir-butir
tuk sekedar mengukir
biar bunga berbulir
untuk hidup yang terus bergulir

aku memandang dari sudut kamar
yang lama aku jadikan tempat bernalar
untuk waktu yang lelah bersabar
pada senja yang kadang membuatku gemetar

ingin kutumpahkan resahku pada bunga liar
biar sekedar untuk mengintipku keluar
 dari nurani yang sudah terbakar
oleh keputusan yang membuat pusing berputar
aku hanya ingin segera berujar
pada bunga liar yang tangkainya mulai pudar
namun, senja semakin membuat mataku bersinar
walau hujan tak lagi mengalirkan angin semilir
di altarmu aku memandang bergilir
antara rasa, hati dan nalar


Kisah sebuah hujan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...