Bila saja engkau resah, gelisah dan merasa hidup mulai tak berarti, berhentilah sejenak. Ceritakan tentang hatimu, tentang resah dan gelisahmu, tentang harapan yang mungkin mulai pupus, tentang hari yang bergeming redup pada alam dan semesta.
Berhentilah sejenak dan sapalah alam serta semesta.
Ceritakan saja dan biarkan semesta mendengar. Mungkin tidak ada solusi, mungkin tidak ada jalan keluar, namun setidaknya sepoi angin, debur ombak yang datang dan pergi menuju pantai, cerutu camar, hijau daun dan nyanyian alam masih menyisakan kepolosan untuk mendengar ceritamu.
Bukankah mereka adalah harapan yang lugu dan tulus dan mungkin energinya masuk ke pikiranmu untuk sedikit membuatmu tersenyum dan melangkah walau tertatih.
Berbagilah dengan alam bila saja engkau tak punya kawan yang tak lagi engkau percayai, sebab engkau sungguh tak tahu siapa teman dan sungguh-sungguh temanmu.
Tetaplah berharap akan sesuatu yang baik meski sedikit saja dan imanmu akan membuat harapan itu menjadi kuat oleh Tuhan yang tak membiarkanmu pergi berjalan sunyi dalam sendirimu
keindahan kata adalah cinta yang tak terungkap. rangkaian kehalusan budi, kepekaan rasa dalam nada lembut menjadi kata bersutera.cinta adalah terjemahan kata-kata menjadi perbuatan mengasihi,menyayangi dan meniadakan kebencian. mari merajut kata menjadi benang cinta agar boleh merenda cerita untuk esok yang pasti. "Cinta tak memberikan apapun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa – apa, kecuali dari dirinya sendiri" (Khalil Gibran)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tiada
ketika semua pergi, bergegas meninggalkan, segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...
-
mungkin memang mesti kembali menuju ke rahimnya hati biar tak salah lagi tak bisa hanya sekedar janji apalagi hanya ingin menarik ...
-
Untuk wanitaku dalam pelukan Aku memelukmu pada rindu Dengan deru darah mengalir Untuk wanitaku dalam pelukan Aku mendekapmu dalam kasih Da...
-
aku ingin sekali meneguk secangkir anggur malam dengan cawan kesunyian yang telah lama sepi kubiarkan hingga tetes-tetes terakhir ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar