Jumat, 29 Mei 2020

Ceritakan Pada Semesta

Bila saja engkau resah, gelisah dan merasa hidup mulai tak berarti, berhentilah sejenak. Ceritakan tentang hatimu, tentang resah dan gelisahmu, tentang harapan yang mungkin mulai pupus, tentang hari yang bergeming redup pada alam dan semesta.


 Berhentilah sejenak dan sapalah alam serta semesta. 

Ceritakan saja dan biarkan semesta mendengar. Mungkin tidak ada solusi, mungkin tidak ada jalan keluar, namun setidaknya sepoi angin, debur ombak yang datang dan pergi menuju pantai, cerutu camar, hijau daun dan nyanyian alam masih menyisakan kepolosan untuk mendengar ceritamu.

 Bukankah mereka adalah harapan yang lugu dan tulus dan mungkin energinya masuk ke pikiranmu untuk sedikit membuatmu tersenyum dan melangkah walau tertatih.


Berbagilah dengan alam bila saja engkau tak punya kawan yang tak lagi engkau percayai, sebab engkau sungguh tak tahu siapa teman dan sungguh-sungguh temanmu. 

Tetaplah berharap akan sesuatu yang baik meski sedikit saja dan imanmu akan membuat harapan itu menjadi kuat oleh Tuhan yang tak membiarkanmu pergi berjalan sunyi dalam sendirimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...