Minggu, 31 Mei 2020

Puisiku Basah



hujan pada kelender mei
puisiku jatuh dan basah
irama dan bunyinya tak lg terdengar
hanya derai airmata langit
berserak di halaman
lembar -lembar kata yang kueja
menjadi murka
seketika menjadi coretan
hampa tanpa makna
akankah kautahu
betapa kata-kata itu jelmaan semesta
lalu hujan membuatnya menjadi sunyi?
akh mestikah engkau mengadilinya
dengan rintik- rintik menjadi hakimnya
dan aku terdakwa
yang tak menjaga halaman puisi
entahlah
  







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tiada

  ketika semua pergi, bergegas meninggalkan,  segudang cemooh dan sumpah serapah terucap, bercerita ketika engkau tak ada, berpura-pura saha...